Blibli.com adalah salah satu situs belanja online yang cukup berkembang pesat di Indonesia yang masyarakatnya mulai menikmati belanja online. Bekerja sama dengan banyak bank memberi kemudahan dan kenyaman dalam berbelanja. Untuk keamanan berbelanja, blibli.com telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan keamanan seperti Norton dan Visa sehingga pembeli bisa lebih merasa aman saat berbelanja. Sedangkan untuk keamanan pengiriman, blibli.com mempercayakan pengirimannya pada JNE, RPX dan NCS. Read the rest of this entry »

5 Menit Lagi Pliissss

Posted: 8 July 2013 in renungan

Pada suatu hari, tampak seorang Ayah sedang berdiri di taman, menemani anaknya yang sedang gembira bermain ayunan. Agaknya waktu serasa cepat berlalu, sambil sesekali melirik pada jam di tangannya, si Ayah tahu, saatnya bermain telah selesai, karena masih ada pekerjaan yang menunggu untuk segera diselesaikan.

“Sebentar Ayah, lima menit lagi yaaaah, pliiiisss,” suara kecil itu terdengar memelas. Ayahnya dengan spontan menjawab, “Oke, lima menit lagi!” Si kecil berlari ke ayunannya dan kembali bermain dengan gembira sedangkan si Ayah mengamati dari kejauhan dengan senyuman senang.

Lima menit berlalu dengan cepat, saat si Ayah mengingatkan kepada puteranya. “Pliiiissss, lima menit lagi, Yah. Lima menit terakhiiir deh. Janji, setelah ini udahan. Oke, Yah?” suara memohon disertai tatapan mata yang penuh harap membuat si Ayah tidak tega dan kembali mengabulkan permintaan si kecil.

Seorang ibu yang dari tadi mengamati kejadian itu di sebelahnya berkomentar, “Wah… Bapak hebat sekali, sabar dengan anak-anaknya ya, Pak.” Dengan tersenyum si Ayah berkata, “Iya Bu, belajar sabar. Saya pernah kehilangan anak saya yang sulung karena terjatuh saat naik sepeda. Sampai sekarang, masih terasa kekecewaan dan penyesalan di dalam hati ini.

Saat mereka ada, saya terlalu sibuk dan tidak berusaha lebih keras menyisihkan waktu untuk keluarga hingga kemudian harus kehilangan salah satunya. Saat sibuk dengan pekerjaan, saya berpikir, toh yang saya lakukan untuk membahagiakan mereka, untuk memenuhi kebutuhan mereka juga.

Dan saya salah uang yang saya kumpulkan seberapa banyak pun, ternyata tidak pernah bisa membeli kebahagiaan itu,” ujarnya dengan nada duka.

“Sejak saat itu saya berjanji dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dan saat si kecil merengek minta ‘lima menit’, sesungguhnya, bukan dia yang meminta waktu kepada saya, tetapi dia justru sedang memberi tambahan waktu kepada saya untuk menikmati kegembiraan bersamanya,” papar si ayah sambil melontarkan pandangan sayang kepada putranya yang sedang asyik bermain.

Doa malam diinterupsi oleh Tuhan

Posted: 17 November 2012 in renungan

Bapa di surga …
Ya?

Jangan menyela. Aku sedang berdoa.
Tapi kamu memanggil-Ku.

Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.
Bapa di surga….
Nah, ya’kan, kamu melakukannya lagi.

Melakukan apa?
Memanggil-Ku. Kamu bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?

Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.
Oh, baiklah. Teruskan.

Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu…..
Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?

Apa?
Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?

Aku… tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.
Oh, baiklah. Teruskan…

Teruskan?
Ya, teruskan doamu.

Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …
Apakah kamu bersungguh-sungguh?

Ya, tentu saja.
Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?

Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.
Apakah Aku berkuasa atasmu?

Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte…
Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang…semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?

Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.
Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya ……seperti kamu misalnya.

Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya.Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.
Maksudmu orang-orang seperti Dion?

Dion?
Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.

Dion … tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.
Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?

Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin…
Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.

Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.
Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap Misa.

Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari “Pengkritikan- ku”? Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.
Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu kan? Ayo…

Aku tidak mau.
Kenapa tidak mau?

Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.
Ayo, coba dan lihatlah.

Ampunilah segala dosaku … dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.
Bagaimana dengan Billy?

Nah, betul kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan , ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!
Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?

Aku tidak bersungguh-sungguh.
Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya kan?

Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.
Kamu mau tahu suatu rahasia?

Rahasia apa?
Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.

Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.
Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.

Sungguh, apa pun yang terjadi?
Sungguh, apa pun yang terjadi.Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.

Oh, ya …bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.
Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.

Apa maksud-Mu, Tuhan?
Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana . Sebagian dari yang ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan… dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.

Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.
Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.” Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?

Hmmm, aku tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film tentang…… Astaga!
Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? “Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya’kan?

Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.
Baik, lanjutkan doamu.

Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?
Ya, setiap kata setiap saat.

Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?
Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.

Tidak. Aku dapat hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya.
Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.

Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?
Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu.Selamat malam. Aku mengasihimu.

Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.

Anjing Kecil

Posted: 30 September 2012 in renungan

Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika ia mendekati kandang kuda, ia mendengar hewan besar itu memanggilnya. “Kamu pasti penghuni baru di sini. Tak lama lagi kamu akan tahu, pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari hewan lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang. Saya kira, hewan sekecil kamu tidak bernilai sama sekali baginya,” kata kuda.

Anjing kecil itu menundukkan kepala dan segera pergi. Saat berjalan, dari kandang sebelah ia mendengar seekor sapi berkata, “Saya adalah hewan paling terhormat di sini, sebab nyonya membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna untuk keluarga di sini.”

Satu demi satu hewan di situ ikut serta dalam percakapan. Mereka menceritakan betapa tinggi kedudukan mereka di ladang itu. Ayam mengatakan bagaimana ia telah memberi telur, domba memberi mantel bulu, dan kucing mengenyahkan tikus-tikus dari rumah pemilik ladang. Semua hewan sepakat, anjing kecil tidak bisa memberi apa pun untuk keluarga itu.

Terpukul oleh kecaman hewan-hewan itu, anjing kecil pergi ke tempat sepi dan menangis. Seekor anjing tua mendekati dan mendengarkan cerita anjing kecil. “Memang benar, kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, tidak bisa memberi telur, susu, atau bulu. Tetapi, kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan,” kata anjing tua.

Malam itu, ketika pemilik ladang baru pulang kerja dan tampak lelah, anjing kecil lari menghampirinya. Ia menjilat kaki dan melompat ke pelukan pemiliknya. Mereka lalu berguling-guling di lantai. Pemilik ladang memeluk dan mengelus anjing kecil itu, lalu berkata, “Meskipun saya pulang dalam keadaan lelah, tetapi saya merasa segar bila kamu menyambut saya. Kamu sungguh paling berharga di antara semua hewan di ladang ini.”
… dan yang paling besar di antaranya adalah kasih…

Sebuah Cerita Dari seorang ibu…

Satu lagi cerita tentang pelajaran hidup, janganlah melihat sebuah persoalan dari satu sisi yang pada akhirnya akan membuat kesimpulan yang terburu-buru. Dari pinggir kaca nako di antara celah kain gorden, saya melihat anak muda itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.
Saya pernah melihat anak muda itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.

Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud anak muda yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Adhi anak saya?

Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Dwi, suami saya, ke kantor. Adhi sekolah, Anna yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Dian sudah seminggu tidak masuk.

Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk.

Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?

Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.

Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul.

Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.

———————-o0o—————————

Dan hari ini, anak muda yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang.

Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?

Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini:
“Ibu yang baik…, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya.

Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.

Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras.

Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.

Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?

Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi.

Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.

Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet.

Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.

Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu…, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.

Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu…, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.”

Natal di berbagai negara

Posted: 2 December 2011 in education

1. Great Britain, UK

Puding adalah hidangan wajib bagi warga negara Inggris dalam menyambut natal. Puding natal ini dibuat dari buah kering dan kacang-kacangan. Yang unik adalah pada saat pembuatannya,yaitu pada saat mengaduk adonan mereka sambil memohon sesuatu dan pengadukannya harus searah jarum jam (tidak boleh sebaliknya) karena mereka meyakini hanya dengan cara inilah keinginan mereka akan dikabulkan.

2. Italia

Dalam tradisi natal kita mengenal Santa Claus, seorang lelaki tua yang baik hati membagi2kan hadiah kepada anak2.Kalau di Italia bukan Santa Claus yang membagi2kan hadiah, tetapi seorang wanita tua lebih mirip penyihir lengkap dengan sapunya disebut La Befana. Befana dipercayai sebagai istri Santa Claus tetapi hidupnya bukan di Kutub Utara seperti S. Claus melainkan di kutub Selatan. Karena S. Claus terlalu sibuk, maka Befana membantu membagi2kan hadiah kepada anak2.

3. Ukraina

Di Ukraina, pohon Natal selain di hiasi oleh ornamen khas natal juga dihiasi oleh laba2 & sarang buatan yang tersembunyi di balik pohon. Merupakan keberuntungan bagi siapa saja yg berhasil menemukannya. Cerita rakyat Ukraina mengatakan bahwa dahulu ada seorang janda miskin yang tidak mampu membeli dekorasi pohon Natal keluarganya, pada pagi hari di waktu Natal dia menemukan pohon Natalnya menjadi indah karena dihiasi oleh sarang laba2, dan dia menjadi bahagia.

4.Jepang

Mengirimkan kartu natal berwarna merah adalah etika buruk bagi masyarakat Jepang, karena warna merah digunakan dalam mengirimkan kabar dukacita. Kartu Natal biasanya berwarna putih, warna yang menggambarkan salju dan kejernihan.

Masyarakat jepang juga biasa merayakan natal dengan makan malam di Kentucky Fried Chicken, hal ini begitu populer disana.

5. Caracas, Venezuela

Masyarakat Caracas mempunyai tradisi modern yang unik menyambut Natal. Pagi2 mereka pergi ke misa Nata menggunakan Roller Skate Jalan-jalan di Caracas ditutup, untuk memberi ruang kepada warga yang ingin ke gereja dengan menggunakan roller skate.

6. Norwegia

Pada malam Natal, masyarakat Norwegia akan menyimpan sapu2 mereka di tempat tersembunyi. Hal ini dilakukan karena mereka percaya bahwa saat malam natal para penyihir dan roh jahat keluar mencari sapu untuk dipakai terbang, itulah mengapa mereka menyembunyikan sapu mereka agar penyihir dan roh jahat tidak mencuri sapu mereka.

7. Latvia

Tradisi Natal Latvia yang paling terkenal adalah kebiasaan aneh yang disebut mumming. “Mummers” memakai berbagai macam topeng, spt wajah beruang, kuda, kambing, Gipsi, dan mayat hidup. Mereka keluar dan berkeliling di jalan2 kota.

8. Spanyol

Masyarakat kota La Font de la Figuera di Spanyol memiliki kebiasaan aneh dalam menyambut Natal. Pada saat malam Natal mereka berkumpul dan berpesta dengan hanya menggunakan pakaian dalam berwarna merah. Orang2 dari berbagai usia turut serta dalam tradisi ini.

9. Czech Republic

Pada Malam Natal, wanita single disana mempraktekkan tradisi melempar sepatu, ini dilakukan untuk meramal hubungan asmara mereka di tahun yang akan datang. caranya: berdirilah membelakangi pintu, kemudian lempar sepatu anda ke Arah pundak, jika sepatu mendarat dengan bagian depan sepatu menghadap pintu, maka Anda patut berbahagia karena Anda akan segera menemukan pasangan hidup dan menikah. sebaliknya jika bagian tumit yang menghadap pintu maka Anda tidak akan menikah di tahun yang baru.

10. Austria, Slovenia, Kroatia

Tradisi Krampus berasal dari kata “Krampen” yang artinya Cakar dalam Bahasa Jerman. Krampus kembaran Santa Claus yang jahat, jika Santa tugasnya membagi-bagi hadiah kepada anak yang baik, maka Krampus tugasnya menghukum anak2 yang nakal. Pada tanggal 6 Desembar pria berpakaian kostum menakutkan berkeliling di jalan dengan membawa tongkat untuk memukul. Legenda Krampus berasal dari daerah pegunungan Jerman dan tersebar luas di seluruh Hongaria, Bavaria,Slovenia dan sangat populer di Austria.

11. Jerman

Berdasarkan tradisi, keluarga di Jerman biasa menghias pohon natal dengan buah pickle (sejenis timun) yang terbuat dari bahan gelas. Ornament ini di gantung di dahan pohon yang tersembunyi, yang pertama berhasil menemukannya di hari Natal akan mendapatkan hadiah dan di percaya akan beruntung sepanjang tahun.

12. Katalonia

– Caganer

Masyarakat Katalonia biasa membuat miniatur kota Bethlehem tempat dimana Bayi Yesus dilahirkan, di situ diletakkan patung Maria, Joseph, Bayi Yesus serta sebuah Caganer. Figurine Caganer berbentuk orang yang sedang jongkok posisi BAB (maap) biasanya diletakkan di sudut agak terpisah. Ada bermacam alasan mengapa menempatkan Caganer ini: sebagai tradisi, hanya sebagai humor, tontonan menyenangkan bagi anak2, ada juga yang mengatakan Caganer melambangkan equality antar manusia.

– Caga tió

Salah satu tradisi Natal aneh dapat ditemukan di Catalonia, adalah Caga tió. Caga Tio adalah batang berongga 30 cm atau log tongkat dengan empat kaki kecil dengan wajah tersenyum pada salah satu ujungnya, dengan barretina Katalan merah yang terbuat dari kaus kaki. 2 minggu sebelum Natal, Caga tió “diberi makan” permen atau coklat, dan ditutupi oleh selimut agar tidak kedinginan. Pada pagi Natal anak2 datang membawa stick memukuli Caga tió sambil bernyanyi, untuk membuat Caga tió “buang kotoran”, yang dibuang berupa makanan tadi –> ada2 aja yah. Untuk lebih jelasnya search di Youtube aja gan!!

Tujuh Keajaiban Manusia

Posted: 15 November 2011 in education

1. The Golden Ratio
Setiap bagian tubuh manusia ternyata merupakan hitungan matematika. Believe it or not, Fibonacci numbers yang kita jumpai di buku Da Vinci Code, ternyata juga ada di tubuh kita sendiri. Bilangan Phi (1:1,618) adalah angka yang akan kita dapatkan setiap kali kita mengukur setiap inci tubuh kita. Coba deh perhatikan ruas jari tangan kita. Ruas kedua dari ujung berukuran 1,618 kali lebih panjang dari ruas terujung, begitu seterusnya. Rumus phi ini juga kita temui di wajah kita. Panjang hidung kita berbanding 1:1,618 dibanding lebar mulut dari ujung ke ujung. Gigi terdepan dengan gigi di sebelahnya juga berukuran 1,1618 kali lebih besar. Inilah yang disebut dengan The Golden Ratio.

2. Sidik Lidah
Selain sidik jari, ternyata lidah kita juga mempunyai pattern unik yang tidak dimiliki orang lain. Hmm, jangan-jangan di masa depan kita akan bikin paspor dengan sidik lidah, nih. Hehehe…

3. Hidup dan Mati
Saat kita membaca tulisan ini, sebenarnya sedang ada sekitar 50 ribu sel yang mati di dalam tubuh kita. Tapi, di saat yang sama, lahir pula 50 ribu sel baru yang menggantikannya (kecuali di otak, yang tidak bisa menumbuhkan sel baru). Wow, ternyata tubuh kita aktif banget, ya? Di saat yang sama, untuk mencerna isi kalimat ini, pesan tersebut disampaikan ke otak dengan kecepatan mencapai 250 mil per jam!

4. Tempat Tinggal Bakteri
Satu orang manusia mempunyai organisme hidup yang lebih banyak daripada jumlah seluruh manusia di bumi. Soalnya, dalam 1 inci tubuh manusia, ternyata merupakan tempat tinggal bagi kira-kira 32 juta bakteria!

5. Kepanasan atau Kedinginan
Pernah makan makanan panas dan dingin, kan? Seberapa pun panas atau dinginnya makanan tersebut, tapi lidah kita masih bisa menerimanya, tuh. Hal ini disebabkan karena mulut kita menyesuaikan suhu makanan tersebut menjadi suhu normal, sehingga akhirnya bisa kita telan. Maksudnya, si mulut akan mendinginkan si makanan panas, dan menghangatkan si makanan dingin. Wah, ternyata mulut kita tak ubahnya seperti microwave dan kulkas, nih.

6. Anti Keriput
Selain bisa menghilangkan stress, ternyata tertawa juga bisa menguatkan sistem kekebalan tubuh, lho. Dan, menurut penelitian, anak-anak tertawa sekitar 300 kali setiap harinya, sementara orang dewasa cuma 15-100 kali saja tertawa. Ck ck ck, apa hidup mereka sedemikian beratnya, ya? Hehehe… Dan, nggak heran juga kalau orang dewasa itu jadi cepat terlihat tua. Soalnya, setiap 2000 kali wajah kita berkerut (misalnya karena kesal atau cemberut), maka muncullah segaris keriput. Makanya, jangan malas tertawa!

7. Self-healing
Tubuh kita ternyata tak ubahnya seperti Claire Bennet di serial Heroes yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Soalnya, setiap luka kita pasti akan sembuh, dan tubuh kita mempunyai ”keajaiban” untuk membentuk bagian tubuh yang baru. Misalnya nih, kaki kita terluka dalam karena tersandung batu. Lama-kelamaan, sel-sel di tubuh akan membentuk jaringan daging dan kulit baru untuk menutupi bekas luka tersebut. Namun demikian, ternyata ada satu bagian tubuh yang nggak bisa menyembuhkan dirinya sendiri lho, yaitu gigi. Kalau gigi tetap kita copot, jangan harap akan tumbuh gigi baru.